7 Langkah Tepat Memilih Kabinet Dapur Idaman

Request quote

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
By clicking 'Send' I confirm I have read the Privacy Policy & agree that my foregoing information will be processed to answer my request.
Note: You can revoke your consent by emailing privacy@homify.com with effect for the future.

7 Langkah Tepat Memilih Kabinet Dapur Idaman

Yasmin Shafiyyah – Homify Yasmin Shafiyyah – Homify
 Kitchen units by ARF interior
Loading admin actions …

Ingin merenovasi dapur untuk mendapat tampilan baru yang lebih menyegarkan? Renovasi tidak selalu berarti merombak ruangan dalam skala besar, Anda bisa mengganti beberapa aksen di dalam dapur untuk menciptakan kesan baru yang lebih menyenangkan. Salah satunya yakni dengan mengganti kabinet dapur lama dengan yang baru.

Kabinet dapur menjadi salah satu elemen yang cukup berpengaruh dalam memberikan ‘kesan’ pada dapur secara keseluruhan. Oleh karena itu, Anda perlu teliti dan seksama dalam memilih kabinet dapur. Bagaimana caranya? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kabinet yang Anda pilih mampu menyatu dengan interior dapur namun tetap memberikan tampilan baru pada ruangan.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dan bagaimana langkah yang tepat agar tidak salah dalam memilih kabinet dapur? Mari simak ulasan berikut ini dan pilih kabinet dapur Anda dengan tepat!

1. Ketahui dulu kelemahan kabinet dapur yang lama

Sebelum memutuskan untuk membeli atau membuat kabinet dapur yang baru, hal yang perlu dipertanyakan adalah, mengapa Anda ingin mengganti kabinet dapur? Selain karena ingin me-refresh tampilan dan suasana dapur, tentu ada hal lain yang perlu diubah dari kabinet Anda, bukan?

Misalnya, kebutuhan peralatan memasak dan peralatan makan sudah mulai bertambah, namun ruang-ruang pada kabinet sudah tidak mampu menampungnya. Tentu Anda memerlukan kabinet dengan ruang penyimpanan yang lebih banyak. Atau, misalnya kondisi kualitas kabinet Anda sudah mulai menurun sehingga perlu diganti dengan kabinet yang lebih kuat dan kokoh.

Perlu diingat, pastikan Anda merinci dengan detail berbagai kelemahan kabinet saat ini untuk dapat menyempurnakannya pada kabinet yang baru.

2. Ganti Kabinet Dapur atau Ubah Tampilannya?

Jika kondisi kabinet dapur Anda masih bagus, kokoh, dan kuat, Anda tidak perlu menggantinya dengan yang baru. Siasati dengan memperbaharui tampilan kabinet agar memiliki tampilan yang lebih fresh. Misalnya, Anda bisa melakukan re-skinning pada kabinet dengan laminasi veneer, mengubah warna kabinet, atau sekadar mengganti pintu dan knob-nya.

Cara ini tentu lebih menghemat biaya jika dibandingkan dengan mengganti kabinet secara keseluruhan, terlebih kabinet custom yang umumnya lebih mahal. Akan tetapi, jika kondisi dan kualitas kabinet Anda sudah tidak bagus, sebaiknya segera diganti dengan kabinet baru sesuai dengan dekorasi dapur Anda.

3. Sesuaikan Kabinet Dapur dengan Rencana Tinggal

Berapa lama Anda akan menempati rumah? Apakah untuk jangka waktu yang lama, atau ada keinginan untuk pindah dalam waktu dekat? Rencana jangka waktu menempati rumah akan berpengaruh pada jenis kabinet dapur yang dipilih. Jika berencana pindah rumah, maka Anda bisa memilih kabinet dengan harga yang tidak terlalu mahal namun tetap fungsional.

Tapi, jika hunian tersebut akan ditempati dalam jangka waktu yang lama, Anda bisa mengeluarkan budget lebih untuk membangun kabinet built in secara custom dengan menyesuaikan konstruksi interior ruangan. Selain fungsional, tentu akan meninggalkan kepuasan tersendiri, bukan?

4. Sesuaikan Kabinet Dapur dengan Gaya Dekorasi Rumah

Jika ingin memiliki interior yang selaras, pilihlah kabinet yang sesuai dengan gaya dan konsep dekorasi rumah. Misalnya, jika dapur kecil Anda mengusung tema dekorasi modern minimalis, pilihlah kabinet dengan model serupa. Anda bisa memilih warna putih, hitam, abu-abu, atau warna senada lainnya. Sesuaikan juga warna kabinet dengan warna dinding serta warna furnitur dapur lainnya.

Warna yang dipilih tidak harus benar-benar sama, Anda dapat memilih warna senada dengan tone yang sedikit berbeda. Misalnya, jika dinding dapur Anda berwarna abu-abu terang, maka Anda bisa memilih kabinet dapur dengan warna abu-abu tua atau warna lain yang lebih gelap.

5. Ketahui Tiga Jenis Kabinet Berdasarkan Proses Produksi

Sebelum memutuskan untuk mengganti kabinet dapur lama dengan yang baru, Anda perlu mengetahui beberapa jenis kabinet berdasarkan proses produksinya. Antara lain, kabinet stock, semi-custom, dan custom. Sering salah diartikan, jenis-jenis ini tidak berkaitan dengan kualitas kabinet, melainkan bagaimana kabinet dapur diproduksi. Berikut penjelasan singkatnya.

  • Stock

Kabinet stock adalah kabinet yang sudah diproduksi sebelumnya (pre-manufactured) dalam ukuran tertentu serta model dan gaya yang terbatas. Jika ingin membeli kabinet stok, maka customer hanya dapat memilih ukuran, gaya dan model yang tersedia saja.

  • Semi Custom

Hampir sama seperti kabinet stok, unit semi custom sudah diproduksi sebelumnya, namun dengan pilihan model dan ukuran yang lebih beragam dari kabinet stok. Customer dapat memilih beragam detail untuk disesuaikan pada kabinet stok yang sudah dibuat.

  • Custom

Kabinet custom adalah unit yang dibuat berdasarkan permintaan customer. Anda dapat membuat lemari sesuai dengan spesifikasi Anda tanpa ada batasan ukuran, pilihan model, garde kayu, atau finishing. Kabinet custom benar-benar berdasarkan pesanan.

6. Ketahui Jenis Kabinet Berdasarkan Materialnya

Untuk mendapatkan kabinet dapur terbaik, Anda perlu mengetahui beberapa jenis material yang biasa digunakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari kabinet kayu, kabinet eco-friendly, kabinet laminasi, dan kabinet metal atau logam.

  1. Kabinet kayu

Umumnya, kabinet kayu yang ditawarkan di gerai furnitur berlapis veneer sehingga memiliki tampilan yang lebih alami dibandingkan material lain. Kelebihan dari material ini adalah cocok dengan kondisi apapun dan tahan lama, mudah diperbaiki jika terdapat goresan, serta dapat digunakan pada permukaan yang luas, lengkung, berkelok, atau sudut-sudut yang sulit.

2. Kabinet eco-friendly

Kabinet bermaterial ramah lingkungan, seperti bambu, dapat Anda jadikan pilihan karena dapat mengurangi tingkat zat karbondioksida di dalam dapur. Namun, harga yang dibanderol terbilang lebih mahal diandingkan kabinet kayu.

3. Kabinet Laminasi

Material berikutnya adalah lapisan laminasi yang dapat membuat kabinet Anda tampak elegan dengan pilihan beragam warna, corak, dan tekstur. Kabinet laminasi ini cocok digunakan bagi Anda yang ingin mengusung gaya minimalis. Selain itu, kabinet dengan material laminasi ini terbilang tahan lama sekaligus tahan terhadap noda, namun cukup sulit diperbaiki saat terjadi kerusakan.

4. Kabinet Metal/Logam

Material yang sering digunakan untuk kabinet dapur adalah stainless steel dan alumunium, terlebih pada dapur dengan konsep modern. Kelebihan dari material logam ini antara lain kuat, ringan, dan tahan rayap. Harga yang ditawarkan pun lebih bersaing dengan kayu. Namun, kabinet agak sukar diperbaiki seperti semula apabila tergores atau penyok.

7. Pertimbangkan fungsi dan elemen kabinet

  1. Tentukan model pintu kabinet

Pintu kabinet adalah salah satu elemen desain yang paling penting di dapur, oleh karena itu Anda perlu memilih model atau gaya pintu kabinet dengan tepat. Anda bisa memilih pintu bergaya modern, klasik, dan lainnya. Selain style pintu kabinet, pertimbangkan pula jenis  warna dan material yang akan dipilih.

2. Seimbangkan antara fungsi dengan tampilan Pastikan untuk menyeimbangkan antara fungsi kabinet dengan tampilan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya konsultasikan dengan desainer interior agar kabinet baru Anda proporsional, yakni memiliki tampilan yang cantik namun tetap fungsional.

 Houses by Casas inHAUS

Need help with your home project?
Get in touch!

Discover home inspiration!